Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Puisi

Perjuangan Taubat

Bismillah... Aku tak ingin melakukannya lagi Sudah lama aku berselimut dalam gelap Bukan seperti pemuda goa Yang berada dalam gelap Untuk menjaga hati di hadapan-Nya Aku ini binatang jalang, itu Chairil Anwar bilang Selimutku semakin tebal, dan aku makin merasa gelap Aku pernah menemukan cahaya Namun lubang yang sama kembali kuhampiri Aku mengulanginya, kembali lagi

Jilbab

Jiwa wanita perintah mulia Perintah mulia dari Yang Maha Esa Karena mode tidak terbiasa Tidak terbiasa untuk berharga

Nikmat Tuhan

Terbayang indah semesta alam Bersama hidup dalam tentram Kibarkan layar mencari ikan, Nikmat Tuhan kamu yang manakah yang (dapat) kamu dustakan? Manusia mengeluh! Terik matahari mencubit kulit Derasnya hujan kita bergerak sempit Dinginnya malam terasa menggigit Tetesan air hujan terlampau sedikit! Nikmat Tuhan kamumu yang manakah yang (dapat) kamu dustakan? Manusia lain bergelut dengan otaknya, Hujan turun melahirkan kehidupan Matahari dan bulan berlari bergantian, Semuanya dalam keteraturan Nikmat Tuhan, takkan ter-elakkan.

NEGARAKU

Negaraku, lahir 1945. Oleh sebab perjaka berani Oleh sebab tersakiti hati Berasa pisau tak peduli Negaraku, merdeka semu menghantui Perjaka kini berdiam diri Perjaka kini sudah tak ingat lagi Rasa perjuangan sudah tak peduli                                 Negaraku, hancur sudah dimakan birokrasi                 Oleh sebab para politisi                 Oleh sebab perjaka tidak berani                 Rasa perjuangan sudah tak peduli Negaraku adalah negaramu, ini negara kita.